Menghadapi krisis global yang asalnya dari Amerika, kelurga gw dituntun melakukan pengiritan keuangan. Pas liburan semester 1 keluarga gw bingung nyari tempat wisata yang murah nan indah. Menyiasati hal itu, gw menyarankan keluarga gw untuk pergi liburan ke tempat-tempat yang usefull dan murah yaitu TMII ( baca: museum ikan aer tawar, museum serangga, dan skylift ).
*****
Jadi gw dan keluarga gw yang dari bokap ( gantian ). Yaitu: gw, bokap, nyokap, adek, tante, sodara cewe gw ( adin, anis, revi, fahma, dan naila ) pergi ke TMII. Singkat kata, gw nyampe di TMII jam 2 siang. Dan hari itu cuaca sedang dalam keadaan cerah, saking cerahnya sampai-sampai panas banget. Mobil trajet gw langsung meluncur ke museum ikan air tawar. Sebenernya di TMII itu banyak sekali museum, seperti museum telekomunikasi, museum angkatan udara, museum burung, museum listrik, museum iptek, museum minyak bumi, museum transportasi, museum prangko, dll. Tapi berhubung sodara-sodar gw itu setan aer semua, jadilah kami meluncur ke museum aer tawar. Dan ternyata pas nyampe sama, RAME banget. Sumpah, rame banget. Padahal gw udah positive thinking pasti bakalan sepi ( soalnya gw liat keadaan museum lain rada sepi ). Akhirnya gw berkesimpulan kalo warga Jakarta lebih menikmati lenggak lenggok ikan daripada hal-hal yang selama ini menunjang hidupnya.
Untuk masuk ke museum ikan itu harus melewati jembatan untuk melintasi danau buatan yang emang sengaja di buat. Di dalam danau isinya ikan-ikan kecil yang pastinya dalam keadaan yang baik soalnya ada palang larangan untuk mengganggu ikan-ikan kecil nan lucu itu. Nah pas di loket tiketnya, gw liat harganya 10 ribu untuk sekali masuk. Berhubung sodara-sodara gw masih kecil ( dalam umur maupun ukuran ), jadi gw nunggu di depan pintu dan nykap gw beli tiketnya. Pas lagi nunggu, gw ngomong ke adek-adek gw:
“Perasaan waktu mbak terakhir kesini, harganya nggak semahal ini deh?” kata gw
“ Hah, masa sih?” kata Revi
“ Iya, nggak boong deh, waktu itu Cuma 3 ribu,” kata gw lagi
“ Emang mbak Dini terakhir kesini kapan?” tanya Anis, sodara gw
“ Lah mbak Dini kan terakhir kesini pas kelas 6 sd, udah 3 tahun yang lalu!” teriak adek gw, Hanif
Sodara-sodara gw langsung cengo. Terus ngetawain gw dengan sukses.
Akhirnya setelah ketawa-ketiwi berhenti gw masuk ke museum ikan air tawar. Ikannya aneh-aneh, tapi unik. Dan sayangnya gw belum masukin foto ikan-ikan nan lucu itu ke laptop gw ( sabar ya, kalo mau liat fotonya ), jadi belum bisa di upload keblog gw. Maaf ya.
Intinya, ikan yang namanya gw nggak hapal itu lucu-lucu. Dan ternyta gw menyadari bahwa begituu banyaknya jenis ikan yang ada di dunia ini. Banyak banget yang gw tau bentuknya tapi nggak tau namanya. Entah kenapa, karena gw nggak mau jadi ahli ikan ( siapa yang tau nasib? ). Biasanya ikan yang satu genus, tapi spesiesnya banyak. Kaya gurame, gurame ada yang kepalanya benjol gede, gurame albino, dll.
Terus gw juga keliling-keliling museum ikan hampir 1 jam lamanya. Ngeliatin ikan aneka rupa, warna, dan bentuk ternyata menjadi keasikan tersendiri buat gw. Dan sangat efektif untuk mengisi masa liburan.
Abis dari museum ikan, gw langsung meluncur ke museum serangga. Letak museum serangga pas disebelah kiri museum ikan. Isinya ya serangga-serangga aneka rupa dan warna. Tapi bedanya, kalo di museum ikan, makhluk yang ada masih hidup dan berenang di aquarium-aquarium kaca. Kalo di museum serangga, udah di awetin dan dipajang di elastase kaca.
Dan ternyata gw baru ngeh, kalo 10 ribu itu tiket terusan buat masuk ke museum serangga dan museum ikan yang letaknya tetanggaan.
Gw masuk ke dalem museumnya dan gw terpukau. Serius, ternyata pas gw baru masuk langsung disamput dengan parade-parade barisan serangga yang disusun sedemikian rupa dari yang ukurannya paling kecil ( semut ) sampe yang ukurannya paling gede ( kumbang tanduk ). Gw menjelajahi museum serangga selama setengah jam. Ngeliatin serangga yang lucu sampe ngeremin. Menipu lewat warna dan bentuk. Ada juga serangga yang bentuknya persis kaya daun. Dan ada juga serangga yang bentuknya nyeremin.
Dan ternyata di dalem museum serangga ada juga serangga yang hidup. Serangga-serangga yang nggak terlalu langka ( baca: banyak terdapat di lingkungan manusia ). Kaya: kalajengking, belalang daun, dll. Kalo serangga langka dipelihara hidup dan tiba-tiba serangga langka-nya mati, pengunjung nggak bisa liat serangga langka-nya lagi. Makanya serangga / kupu-kupu yang langka diawetin dan disimpan dengan rapi di elastase kaca. Dan sejauh yang gw tau, masa hidup serangga itu emang relatif singkat ( ada yang idupnya kurang dari 1 bulan ).
Abis ngelewatin kumpulan serangga-serangga yang diawetin, langsung disambut lagi dengan kumpulan kupu-kupu yang diawetin. Kupu-kupu disusun sedemikian rupa berdasarkan warna dan bentuk spesiesnya.
Secara garis besar kedua museum ini terawat dengan baik oleh sang mengelola gedung. Diliat dari kebersihan lingkungan yang ada. Tapi gw lebih suka museum serangga, daripada museum ikan air tawar. Soalnya museum serangga lebih terang dan nggak sumpek ( soalnya agak sepi ). Sekali lagi gw menyimpulkan bahwa warga Jakarta lebih suka ngeliat aer daripada udara atau tanah.
Setelah puas ngeliat-ngelitan makhluk ciptaan Tuhan itu, gw dan sodara-sodara sepupu gw pergi ke skylift ( baca: gondola ). 1 tiket harganya 30 ribu PP ( pulang-pergi ). Asik juga ngeliat TMII versi kecil dari atas pula. Dan di TMII gw menyimpulan kalo banyak sekali tempat-tempat yang menyenangkan. Kaya: museum-museum, istana boneka, kumpulan gugus kepulauan Indonesia tapi versi kecil, gondola, keong mas, waterboom ( dalam masa pembangunan ), anjungan-anjungan daerah di Indonesia, dll.
Turun-turun dari gondola gw langsung direngekin sodara-sodara sepupu gw yang mau pergi ke istana boneka. Tapi sayangnya gw diajak bonyok gw pergi ke Bogor ( TMII – Bogor itu deket lewat tol )
Di Bogor, gw cuma makan lesehan ( makan dilantai yang dialasin tiker ) diatas saung ( pondokan kecil tradisional dari bamboo ) di restoran yang namanya Gurih7. Abis itu gw balik ke Jakarta.
Benar-benar liburan yang seru dan menyenangkan. Dan tentunya murah ( dibandingkan jalan-jalan ke Bali atau kota lainnya ).
Sekian post gw tentang TMII dan liburan murah. Sayonara